• Selasa, 13 Oktober 2026

MPP Sumedang Terapkan Teknologi Metaverse, Dewan Sebut di Surian Tak Berpengaruh Karena Susah Sinyal

Photo Author
Mamat Munandar, TahuEkspres.com
- Minggu, 23 Oktober 2022 | 07:00 WIB
Tangkapan layar aplikasi SUPERMETA milik MPP Sumedang. (Foto : https://supermeta.sumedangkab.go.id)
Tangkapan layar aplikasi SUPERMETA milik MPP Sumedang. (Foto : https://supermeta.sumedangkab.go.id)

Karena memang, masih kata Oky, kondisi di Surian hampir tiap desa, ada 9 desa itu susah sinyal, yang terparah itu Desa Pamekarsari dan Desa Suriamukti.


"Jadi intinamah untuk orang Surian tidak berpengaruh lah program itu," tambahnya.


Ia mengaku banyak masyarakat Surian yang menyampaikan aspirasi kepada dirinya sebagai wakil rakyat terkait pengadaan sinyal dengan cara memasang tower dari provider tertentu.


"Saya juga sudah coba berkomunikasi dan mengajukan ke provider, tapi mungkin saat ini belum terealisasi, itulah kondisi riil yang terjadi di surian saat ini," kata Oky.


Anggota Komisi II Soroti Infrastruktur Melalui BPHTB dari Pembebasan Lahan Bendungan Sadawarna yang Ada di Surian


Menurut Oky, Kecamatan Surian itu wilayahnya luas, hanya penduduknya sedikit, sekitar 11 Ribu jiwa. Saat ini sedang dibangun Bendungan Sadawarna yang melibatkan 4 Desa di Surian.


Terkait dengan pembebasan lahan di Surian, ada yang namanya Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).


Seperti dikutip dari situs bapenda.kamparkab.go.id, BPHTB sendiri merupakan pungutan atas perolehan hak atas tanah dan atau bangunan. Pungutan ini ditanggung oleh pembeli dan hampir mirip dengan PPh bagi penjual. Sehingga pihak penjual dan pembeli sama-sama memiliki tanggung jawab untuk membayar pajak.


Sebelumnya BPHTB dipungut oleh pemerintah pusat, namun keberadaan Undang-Undang No. 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah menyatakan jika BPHTB dialihkan menjadi salah satu jenis pajak yang dipungut oleh pemerintah kabupaten/kota.


Sebagai Anggota Dewan asli Surian, Oky mempertanyakan, Surian yang wilayahnya terdampak untuk pembangunan Bendungan Sadawarna, tetapi sampai saat ini infrastruktur di Surian belum merata, walaupun sekarang sudah mulai di perbaiki beberapa ruas jalan yang ada di Surian, tetapi masih banyak ruas jalan yang kondisinya rusak berat, apalagi memasuki musim hujan seperti sekarang kondisi jalan di Kecamatan Surian rawan amblas di karenakan kontur tanah di Surian yang sering bergeser.


Ia berharap, untuk pembangunan di Surian itu dimeratakan, salah satunya terkait infrastruktur dan akses internet juga. Karena akan menunjang untuk perekonomian masyarakat Surian.


"Jadi kalau bahasa sekarang itu, kami di Surian itu, ya jomplang. Surian masih masuk Kabupaten Sumedang, tapi serasa dianak tirikan," katanya.


Untuk kedepannya, kata Oky, dirinya akan tetap memperjuangkan aspirasi masyarakat Kecamatan Surian, karena Surian akan memiliki potensi besar dengan adanya Bendungan Sadawarna, tapi hal itu juga harus di imbangi dengan perhatian khusus dari pemerintah terkait pembangunan di Kecamatan Surian.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Mamat Munandar

Tags

Terkini

DPRD Sumedang Sepakati Renja dan Propemperda 2027

Rabu, 30 September 2026 | 20:31 WIB
X