"Dengan adanya MPP saya liat cukup bagus, apalagi disertai dengan teknologi metaverse. Mudah-mudahan masyarakat Sumedang akan sangat terbantu, untuk dilayani dalam urusan layanan publik," katanya saat konferensi pers.
Penerapan Teknologi Metaverse Tak Sebanding Dengan Infrastruktur Internet yang Berada di Kecamatan Surian
Pelajar asal Dusun Cisumur RT 01 RW 02 Desa Pamekarsari Kecamatan Surian Gita Meliyana (17) mengaku bangga dan senang dengan kehadiran pejabat Kemendagri ke Sumedang.
Namun, kata dia, warga Desa Pamekarsari Kecamatan Surian Kabupaten Sumedang masih belum sepenuhnya siap untuk serba digital karena belum memiliki jaringan internet yang stabil.
Untuk mendapatkan sinyal mereka terpaksa mencari ke tempat yang lebih tinggi. Jika keperluan mendesak harus mencari tempat tertentu.
"Sebenarnya kalo susah banget mah enggak, cuma cenderung ke enggak stabil, sama gak nentu satu kartu doang gitu. Bisa jadi di rumah Gita yang bagus teh Indosat tapi di rumah Pak RW bagusnya Telkomsel gitu, padahal kan itu teh masih di satu lingkungan gak jauh ke Gita," ujarnya.
Anggota DPRD asal Surian Menanggapi Penerapan Teknologi Metaverse, di Surian Tak Berpengaruh karena Susah Sinyal
Anggota Komisi II DPRD Sumedang, Oky Yulisthyra Kuswandy, menanggapi teknologi Metaverse yang diterapkan Pemkab Sumedang.
Sebagai anggota dewan asli Surian, Oky meminta Pemkab Sumedang untuk memperbaiki dulu infrastruktur dan akses internet yang ada di daerahnya, karena Surian juga masih bagian dari wilayah Sumedang, apalagi saat ini di Surian sedang dibangun proyek nasional Bendungan Sadawarna yang melibatkan pembebasan lahan di empat desa.
Kondisi di Surian menurut Oky, memang dari dulu hingga sekarang itu susah akan sinyal. Memang saat ini akses internet sudah masuk di beberapa desa tapi itu pun hanya di tempat tertentu.
"Saya sebagai orang Surian asli, selalu berbicara dengan masyarakat disana, jangankan untuk program yang diluncurkan oleh Pemerintah, untuk sinyal pun susah," katanya.
Menurutnya, bagi orang Surian terlalu jauh untuk menerapkan program itu (SUPERMETA, red), karena untuk komunikasi saja sulit.
"Jadi intinya, terlalu jauhlah bagi orang Surian mengetahui program-program dari pemerintah, apalagi yang berbasis internet, untuk hanya mengirimi pesan whatsapp saja disana sulit," tutur Oky.
Oky menerangkan, saat ini ditiap Desa memerlukan internet untuk melakukan setiap kegiatan, Jadi ia menyarankan sebelum menerapkan teknologi Metaverse mohon dibenahi dulu kondisi sinyal dan akses internet minimal dengan jaringan WIFI.
"Kalau kata orang Surian, sebelum membeli HP itu harus membeli sinyal dulu," celotehnya.