• Senin, 19 Oktober 2026

Pemkab Sleman Tanggung Biaya Pengobatan dan Pemulangan Korban Kecelakaan Suporter PSS di Tol Madiun

Photo Author
Husain H., Tahu Ekspres
- Senin, 19 Oktober 2026 | 22:03 WIB
Bupati Sleman Harda Kiswaya. (H. Husain)
Bupati Sleman Harda Kiswaya. (H. Husain)

Sleman, kabarterdepan.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman menyatakan kesiapannya menanggung biaya pengobatan hingga pemulangan para suporter PSS Sleman yang menjadi korban kecelakaan di Tol Madiun KM 616, Minggu (18/10/2026).

Kecelakaan tersebut mengakibatkan empat suporter meninggal dunia, sementara sejumlah korban lainnya mengalami luka-luka, termasuk dalam kondisi kritis. Pasalnya beberapa korban dikabarkan belum bisa dipulangkan dan masih dirawat di rumah sakit setempat.

Bupati Sleman Harda Kiswaya mengatakan, pihaknya belum memperoleh data pasti mengenai jumlah korban yang masih menjalani perawatan medis. Meski demikian, Pemkab Sleman telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk memastikan penanganan para korban.

“Semua biaya yang timbul, kita berusaha untuk selesaikan,” ujar Harda saat ditemui wartawan, Senin (19/10/2026).

Harda menjelaskan, Pemkab Sleman langsung mengambil langkah setelah menerima informasi mengenai kecelakaan yang menimpa rombongan suporter dalam perjalanan menuju Surabaya tersebut. Salah satu prioritas pemerintah daerah adalah memastikan proses pemulangan jenazah korban berjalan dengan baik.

Hingga Senin, Harda mengaku belum menjalin komunikasi dengan manajemen PSS Sleman terkait peristiwa yang melibatkan belasan suporter tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan tetap berupaya memberikan bantuan tanpa harus menunggu permintaan dari pihak lain.

“(Manajemen) PSS belum komunikasi. Tapi prinsipnya, Pemda iso berbuat sesuatu, kita lakukan,” katanya.

Di sisi lain, Harda mengingatkan pentingnya koordinasi dan pengaturan perjalanan bagi suporter yang hendak mendukung PSS Sleman saat bertanding di luar daerah. Sebelumnya, ia telah meminta agar keberangkatan suporter dilakukan secara terorganisasi dengan menggunakan bus.

Menurutnya, perjalanan secara berkelompok dan terkoordinasi diharapkan dapat meningkatkan keamanan serta memudahkan pengawasan selama perjalanan. Namun, masih terdapat sebagian suporter yang memilih berangkat secara mandiri.

“Saya sudah minta supaya menjalankan kebijakan rombongan terkoordinir dengan bus, tapi ya masih ada yang nekat sendiri 1-2 rombongan,” ungkapnya.

Selain mengimbau penggunaan transportasi yang terorganisasi, Harda juga mengingatkan para suporter agar selalu mengutamakan keselamatan selama perjalanan. Ia meminta suporter tidak mengonsumsi minuman beralkohol maupun minuman sejenis yang dapat membahayakan keselamatan.

Harda memahami antusiasme suporter dalam memberikan dukungan kepada tim kebanggaan mereka, terutama ketika bertandang ke daerah lain.

Meski demikian, ia berharap semangat tersebut tetap diimbangi dengan sikap bijak, kepatuhan terhadap aturan, serta kesadaran untuk menjaga keselamatan diri dan sesama suporter. (Hadid Husaini)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Husain H.

Terkini

X