• Selasa, 13 Oktober 2026

Misteri Batu Sanghiyang di Buahdua Sumedang, Disebut Punya Jejak Historis Gunung Berapi Purba

Photo Author
Ridwan Marwansyah, TahuEkspres.com
- Kamis, 8 Oktober 2026 | 12:25 WIB
Situs Batu Sanghiyang di Desa Nagrak Kecamatan Buahdua Kabupaten Sumedang (Foto : Istimewa)
Situs Batu Sanghiyang di Desa Nagrak Kecamatan Buahdua Kabupaten Sumedang (Foto : Istimewa)

Sumedang — Batu Sanghiyang yang berada di persawahan Blok Pasir Landak, Desa Nagrak, Kecamatan Buahdua, Kabupaten Sumedang, menyimpan potensi wisata geologi. Kawasan tersebut disebut memiliki jejak gunung berapi purba yang diperkirakan telah ada sejak jutaan tahun silam mirip Gunung Padang.



Camat Buahdua Kiki Hakiki mengatakan, informasi tersebut berdasarkan keterangan ahli geologi yang pernah mengamati kawasan Batu Sanghiyang.

"Di lokasi Batu Sanghiyang, menurut ahli geologi, merupakan titik adanya gunung berapi purba sekitar jutaan tahun silam. Lokasinya di persawahan Blok Pasir Landak, Desa Nagrak," kata Kiki saat diwawancarai Tahu Ekspres, Kamis (8/10/2026).

Tak hanya itu, batu-batu yang berada di sekitar Batu Sanghiyang disebut memiliki karakteristik batuan andesit yang sama dengan batuan di kawasan Gunung Padang.

"Batu-batu yang ada di sekitar Batu Sanghiyang merupakan batuan andesit, sama persis seperti batuan yang ada di Gunung Padang. Batuan ini biasanya digunakan untuk menhir, dolmen, dan lain-lain pada masa peradaban kuno," ujarnya.

Kiki menilai kondisi tersebut membuat Batu Sanghiyang berpotensi dikembangkan sebagai destinasi wisata geologi. Potensi wisata air juga dinilai terbuka karena di kawasan tersebut terdapat aliran sungai dan sumber mata air.

"Lokasi Batu Sanghiyang sangat potensial untuk dikembangkan menjadi wisata geologi dan wisata air, mengingat di lokasi Batu Sanghiyang terdapat aliran sungai dan sumber mata air," katanya.

Ia berharap Batu Sanghiyang dapat dikembangkan menjadi kawasan wisata geologi atau geosite. Menurutnya, kawasan tersebut sejak awal telah memiliki daya tarik untuk dikunjungi.

"Harapannya, lokasi Batu Sanghiyang yang memang sejak semula sudah mempunyai daya tarik untuk dikunjungi dapat dikembangkan menjadi tempat wisata geologi (geosite), sebagaimana disarankan oleh Bapak Lutfi Yondri, Kepala Balai Arkeologi Bandung saat itu," ucapnya.

Kiki menyebut Lutfi Yondri pernah berkunjung langsung ke Batu Sanghiyang sekitar 2021. Bahkan, sempat ada wacana kedatangan tim dari Kanada untuk melakukan penelitian menggunakan peralatan canggih.

"Sekitar tahun 2021, beliau pernah berkunjung langsung ke lokasi. Bahkan, pernah ada wacana akan kedatangan tim dari negara Kanada untuk melakukan penelitian dengan peralatan canggih," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ridwan Marwansyah

Tags

Terkini

Terpopuler

X