• Selasa, 13 Oktober 2026

Kawasan Terpadu Masjid Cordoba Bakal Dibangun di Jatinangor, Ada Pesantren hingga Sentra UMKM

Photo Author
Ridwan Marwansyah, TahuEkspres.com
- Rabu, 7 Oktober 2026 | 12:20 WIB
Ir H Tito Sucipta Kardoba, QIA (kiri) (Foto : Istimewa)
Ir H Tito Sucipta Kardoba, QIA (kiri) (Foto : Istimewa)

Sumedang — Kawasan terpadu Masjid Cordoba direncanakan dibangun di Desa Hegarmanah, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Kawasan tersebut akan mengintegrasikan masjid, pondok pesantren, museum dan galeri literasi Islam, hingga pusat kegiatan ekonomi umat.



Pembangunan kawasan terpadu tersebut dirancang di atas lahan wakaf seluas 28.870 meter persegi yang dikelola Yayasan Cipta Maya Cardoba (YCMC). Rencana itu disosialisasikan dalam kegiatan bertajuk Sosialisasi Rencana Pembangunan Masjid dan Pondok Pesantren di Desa Hegarmanah, Jatinangor, Sumedang, Selasa (6/10/2026).

KH Said Aqil Siradj yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan, Jatinangor memiliki latar belakang sebagai kawasan pendidikan yang menjadi salah satu alasan pembangunan kawasan terpadu Masjid Cordoba.

"Latar belakang Jatinangor sebagai pusat pendidikan menjadikannya menarik untuk dibangun kawasan terpadu Masjid Cordoba," ujar Said Aqil.

Jatinangor saat ini dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan tinggi di Kabupaten Sumedang. Namun, kawasan tersebut memiliki sejarah panjang sebagai wilayah perkebunan.

Pada abad ke-18, Jatinangor disebut merupakan kawasan perkebunan teh dan karet seluas 962 hektare yang dikuasai perusahaan swasta milik Belanda. Wilayah tersebut juga memiliki keterkaitan dengan moda transportasi kereta api yang dahulu menunjang distribusi hasil perkebunan.

Said Aqil menyebut pembangunan kawasan terpadu tersebut diharapkan menjadi bagian dari pengembangan syiar dan pendidikan Islam di Jatinangor.

"Di tahap awal, kami berupaya untuk memberikan pendidikan dengan beasiswa penuh di Pondok Pesantren yang akan dibangun di kawasan terpadu Masjid Cordoba Jatinangor ini bagi para santri terpilih. Tentunya, langkah demi langkah yang kami lakukan akan terasa ringan dengan ridha Allah SWT serta dukungan berbagai elemen masyarakat, mohon doa restu," katanya.

Sementara itu, Ir H Tito Sucipta Kardoba, QIA, yang terlahir dengan nama asli Rd Sutjipta Cordoba, menjelaskan kawasan tersebut dirancang dengan mengusung semangat kerukunan dan perdamaian.

Nama Cordoba merujuk pada sebuah wilayah di Spanyol yang memiliki sejarah panjang dalam perkembangan peradaban Islam dan dikenal dengan kehidupan masyarakat lintas agama pada masa kejayaan Islam.

"Semoga kawasan terpadu Masjid Cordoba Jatinangor ini dapat menularkan semangat kerukunan, keselarasan, toleransi dan perdamaian seluas-luasnya, sebagai ciri dari Islam yang sesungguhnya," jelas Tito.

Ia mengatakan kawasan tersebut akan dibangun dengan tiga bangunan utama, yakni masjid, museum, dan pondok pesantren. Ketiganya dirancang untuk menampung sekitar 5.000 jamaah maupun santri.

"kawasan terpadu ini dibangun di atas lahan seluas 28.870 meter persegi dengan 3 bangunan utama yakni Masjid, Museum, dan Pondok Pesantren dengan daya tampung 5000 jamaah maupun santri. Kami akan mempertahankan sejarah Jatinangor sebagai wilayah perkebunan dengan mewujudkan kawasan yang asri dan menjadi habitat dari berbagai tanaman obat. Jadi pengunjung tidak hanya bisa datang dan belajar tentang Islam, tapi juga mendapat pengetahuan tentang kesehatan," lanjutnya lugas.

Selain sarana ibadah dan pendidikan, kawasan tersebut juga dirancang memiliki Museum dan Galeri Literasi Islam. Fasilitas itu akan digunakan sebagai ruang edukasi, pelestarian sejarah, serta pengenalan kearifan lokal.

Kawasan tersebut juga akan dilengkapi Pusat Kegiatan Ekonomi Umat atau sentra UMKM. Fasilitas ini ditujukan untuk mendorong kemandirian sosial dan ekonomi masyarakat sekitar.

YCMC yang didirikan Tito Sucipta Kardoba mengelola amanah tanah wakaf dari PT Ria Kencana yang diwakili Direktur Utama almarhum Babam Sabanda Hernawan.

Dalam proses perencanaannya, YCMC berkolaborasi dengan Said Aqil Siradj dan kemudian merangkul PT Kereta Api Indonesia (Persero). Rencana pembangunan tersebut mendapat perhatian dari kalangan akademisi, dunia usaha, pemerintah, komunitas, hingga media.

Desa Hegarmanah sendiri merupakan kawasan yang terus berkembang seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas sosial masyarakat. Pembangunan kawasan terpadu Masjid Cordoba diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat terhadap sarana ibadah, pendidikan keagamaan, literasi sejarah Islam, sekaligus fasilitas pendukung kemandirian ekonomi.

Said Aqil pun meminta dukungan berbagai elemen masyarakat agar rencana pembangunan tersebut dapat berjalan.

"Di tahap awal, kami berupaya untuk memberikan pendidikan dengan beasiswa penuh di Pondok Pesantren yang akan dibangun di kawasan terpadu Masjid Cordoba Jatinangor ini bagi para santri terpilih. Tentunya, langkah demi langkah yang kami lakukan akan terasa ringan dengan ridha Allah SWT serta dukungan berbagai elemen masyarakat, mohon doa restu," tutupnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ridwan Marwansyah

Terkini

Terpopuler

X