SUMEDANG — Ika Sumarni, guru tata boga di SMK YPPS Sumedang, berhasil meraih juara pertama dalam ajang Indonesia International Halal Chef Competition (IN2HCC) pada 17 Oktober 2026. Ia mengangkat potensi ubi Cilembu sebagai bahan inovasi jajanan pasar dalam kompetisi yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC).
Ika mengikuti kategori Jajanan Pasar High Tea dalam rangkaian Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) yang berlangsung pada 14–18 Oktober 2026. Pengumuman pemenang kompetisi tersebut berlangsung pada 18 Oktober 2026.
Indonesia International Halal Chef Competition (IN2HCC) adalah kompetisi memasak dan kreasi kuliner halal berskala nasional dan internasional yang menjadi salah satu agenda utama dalam perhelatan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF).
Dalam kompetisi kategori itu, Ika menyajikan tujuh jenis jajanan pasar. Salah satu karyanya adalah kue lumpur berbahan ubi Cilembu, yang menjadi inovasi dari resep kue lumpur pada umumnya berbahan kentang.
Ika mengatakan, penggunaan ubi Cilembu menjadi caranya memperkenalkan bahan pangan khas Sumedang melalui kreasi kuliner.
“Setiap kali ikut kompetisi, saya selalu membawa ubi Cilembu, kebanggaan dari Sumedang,” kata Ika.
Kompetisi kategori tersebut diikuti peserta dari berbagai daerah, di antaranya Bekasi, Yogyakarta, Padang, dan Bandung. Ika menjadi salah satu peserta yang mewakili Sumedang dalam ajang tersebut.
Sedangkan untuk jurinya mendatangkan dari berbagai negara seperti Korea, Malaysia, Tunisia, Turki, Palestina, Uzbekistan dan negara lainnya.
IN2HCC menghadirkan sejumlah kategori perlombaan, mulai dari Profesional Chef, Young Chef, Jajanan Pasar High Tea, Tumpeng, Black Box, hingga Karya Kreatif Indonesia.
Pada kategori Profesional Chef diikuti peserta dari sejumlah negara lain. Namun, Ika Sumarni mengaku tidak memiliki dokumentasi foto para peserta tersebut karena kategori itu dilaksanakan pada waktu dan hari yang berbeda dengan kategori yang diikutinya.
“Kalau yang kategori Profesional Chef, ada peserta dari negara lain. Kebetulan saya tidak foto-foto peserta dari negara lain karena waktu dan hari pelaksanaannya berbeda,” ujar Ika.
Keberhasilan Ika meraih juara pertama pada kategori Jajanan Pasar High Tea menjadi pencapaian bagi dirinya sekaligus membawa nama Sumedang dalam kompetisi kuliner berskala internasional. Inovasi berbahan ubi Cilembu juga menunjukkan potensi bahan pangan lokal untuk dikembangkan menjadi sajian kreatif yang mampu bersaing dalam ajang kompetisi kuliner.
Atas kemenangan tersebut, Ika memperoleh hadiah berupa medali uang tunai.
Artikel Terkait
Pemkab Sumedang Mulai Mendata Pedagang Ubi Cilembu di Jalur Cadas Pangeran
West Java Expo 2024, Ubi Cilembu Ma Utik Raih Juara 2 Lomba Diversifikasi Produk Pangan
Cara Unik Polres Sumedang Brantas Premanisme, Mantan Preman Dilatih Menanam Ubi Cilembu di Polybag
Polres Sumedang Launching Maskot ‘Ucil’, Dorong Generasi Muda Tanam Ubi Cilembu
Kalangan Aktivis Mahasiswa dan Pemuda Apresiasi Inovasi Polres Sumedang Lewat Maskot Ubi Cilembu
APDESI Apresiasi Kolaborasi Polres Sumedang Dorong Ketahanan Pangan Lokal Lewat Ubi Cilembu
3 Rekor Dunia Diserahkan Kepada Polres Sumedang, Masak Besar Kolak Ubi Cilembu Bareng Bobon Santoso
Kolaborasi Mahasiswa dan Polisi Tanam 500 Bibit Ubi Cilembu di Jatinangor, Polres Sumedang Gandeng PMII
Panen Raya Ubi Cilembu di Tanjungkerta Jadi Bukti Potensi Besar Sumedang
Peserta PKW LPKMA Modifikasi Melon Pan Ubi Cilembu, Siap Mendobrak Produk Kuliner Sumedang