Sumedang - Jenazah Yogi Saparudin (35), pengemudi transportasi daring yang dibunuh dan dikubur di kawasan perkebunan teh Margawindu, Desa Citengah, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, akhirnya dimakamkan pada Minggu malam. Jenazah Yogi dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) tak jauh dari rumah duka di Kecamatan Cisarua setelah proses otopsi selesai dilaksanakan.
Suasana haru menyelimuti keluarga saat berziarah ke makam Yogi pada Selasa pagi. Dahlia Ernawati, istri korban, tak kuasa menahan tangis saat mengenang kepergian suaminya yang tragis.
Dahlia mengungkapkan komunikasi terakhirnya dengan Yogi terjadi pada Jumat sore. Saat itu, Yogi masih sempat melakukan panggilan video dengan anaknya.
"Malam Jumat, jam 17.21 WIB, dia masih sempat menelpon anak…," ucap Dahlia usai Yogi dimakamkan.
Dahlia kemudian menceritakan percakapan Yogi dengan anaknya saat melakukan panggilan video tersebut.
"Semalam Jumat jam enam belas dua eh jam tujuh belas dua satu. Video call sama anak, ayah lagi di mana neng beliin popoki sama Devandra iya Neng nanti kalau ayah udah pulang ayah lagi di galian tuh lihat, kan ini lagi di tempatnya si Jalu," tuturnya.
Menurut Dahlia, Yogi juga sempat menyampaikan mengenai kendaraan yang ada di lokasi tempatnya berada. Selain itu, Yogi sempat memperbarui statusnya.
"Mobil truk, dump truck gitu. Enggak, cuma dia bilang gitu terus update status tadi update status lagi di sana," katanya.
Dahlia mengaku sempat berusaha menghubungi suaminya ketika Yogi belum juga pulang. Pada awalnya, nomor telepon Yogi masih aktif, tetapi panggilannya tidak diangkat.
"Jam enam masih di WA masih aktif checklist dua kan, ditelepon masih aktif tapi gak diangkat sampai jam sembilan yah terakhir gak aktif kan jam tujuh pak, jam tujuh terakhir gak aktif hp, hpnya mah kebetulan saya telepon-telepon sama nomor apa, enggak maksudnya ditelepon biasa telepon biasa sampai jam sembilan masih aktif dari jam sembilan sudah enggak aktif," ungkap Dahlia.
Dahlia mengatakan awalnya tidak menaruh kecurigaan terhadap kondisi suaminya. Namun, setelah Yogi tak kunjung pulang dan tidak bisa dihubungi, dia mulai mencari keberadaan korban.
"Enggak sih enggak ada curiga ke sana gitu takutnya kan dia apa, cuma waktu itu juga pernah namun lagi iya lagi, bukan lagi nongkrong lagi bersama itu teman-teman gitu kan ada itu mah udah ada di tapi sekarang ditanyain sama teman-teman saya bilang enggak tahu pada enggak tahu dari situ aja mulai jam berapa setengah dua, setengah dua belum pulang mulai curiga saya cari ke tempat maps yang terakhir dilihatnya berhentinya di sana yang gak aktifnya terus cari," tuturnya.
Yogi meninggalkan seorang istri dan tiga anak yang masih membutuhkan biaya pendidikan. Di mata keluarga dan rekan sesama pengemudi, Yogi dikenal sebagai sosok yang baik dan pekerja keras.
Dahlia juga mengenang suaminya sebagai sosok yang selalu memprioritaskan orang tua, bahkan di atas kepentingan dirinya.
"Tentang orang tuanya itu nomor satu, saya juga dinomorduakan kalau soal orang tua," kenang Dahlia.
Artikel Terkait
Polres Sumedang Ungkap Motif Sementara Kasus Pembunuhan Bogin