Lia mengaku, sebelum terbang dari Indonesia membuat Paspor di Sukabumi dan untuk agen yang menyalurkan dia berasal dari Tangerang. Menurutnya, Lia dijanjikan akan bekerja di Dubai, Uni Emirat Arab. Namun hingga kini dia malah di over-over terus sampai ke 5 agency. Lia berangkat ke Timur Tengah meninggalkan 3 anaknya dan 1 cucu, anak terkecil umur 10 tahun, sekarang tinggal bersama Ibunda Lia di Darangdan.
"Tau dari Pak Syarif orang Tangerang, ke Pak Syarif kenal dari orang Sumedang (tidak mau disebutkan namanya)," sebut Lia.
Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, Pada Hari Kamis, 24 November 2022, Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumedang, Bubun Aliminsyah, mengaku Disnakertrans sudah berkoordinasi kepada pihak terkait untuk membantu kepulangan Lia ke Indonesia.
"Alhamdulillah secara normatif kewajiban Disnakertrans sudah dilaksanakan dan sudah dikoordinasikan dengan BP2MI, Kemenlu, KBRI dan sudah diusahakan untuk kepulangannya ke Indonesia hanya tinggal menunggu kabar dari pihak yang berwenang," tuturnya.
Ia menambahkan, Disnakertrans Sumedang tidak melihat latar belakang bagaimana proses seorang TKW itu bekerja di luar negeri. Asal orang Sumedang pasti difasilitasi kepulangannya.
"Kewajiban Disnakertrans baik illegal atau tidak, tetap sebagai warga Sumedang harus di fasilitasi untuk kepulangannya," tuturnya.
Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Sumedang, Anisa Choeriah, mengaku sudah berkoordinasi langsung dengan Disnakertrans Kabupaten Sumedang untuk bisa memulangkan saudara Lia.
"Disatu sisi saya meminta kepada Pemerintah untuk segera memulangkan warga Sumedang yang sedang berada di Suriah, tapi di sisi lain, saya juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah tergiur tawaran kerja di luar negeri," katanya.
Ia menambahkan, bagi masyarakat Sumedang yang ingin bekerja di luar negeri pastikan dulu harus melalui saluran resmi dan tercatat di Disnakertrans Sumedang.
https://youtube.com/shorts/RLyRoff2sTw?feature=share