• Selasa, 13 Oktober 2026

Modus Kenalan Lewat TikTok, Dua Janda dan Satu Ibu-ibu Jadi Korban Pencurian, Hilang HP hingga Motor

Photo Author
Redaksi Tahu Ekspres, TahuEkspres.com
- Minggu, 27 September 2026 | 09:14 WIB

SUMEDANG — Sejumlah perempuan mengaku menjadi korban pencurian setelah bertemu dengan pria yang sebelumnya mereka kenal. Dua kasus terjadi di Sumedang dan Cirebon, sementara satu kasus lainnya terjadi di Banjaran, Kabupaten Bandung. Keluarga korban menyebut terdapat kemiripan dalam modus kejadian tersebut.

Kasus di Sumedang dialami Kartini Juangsih di rumahnya, Dusun Ciloa, RT 03 RW 03, Desa Sukajaya, Kecamatan Sumedang Selatan, Rabu (23/9/2026).

Keponakan Kartini, Ratna Juwita, mengatakan bibinya mengenal pria tersebut melalui TikTok @rancung736. Pria itu kemudian mengajak Kartini bertemu di Alun-alun Sumedang sebelum mengantarnya ke rumah korban.

"Jadi bibi aku kenalan lewat TikTok, terus pelaku ngajak ketemuan di Alun-alun Sumedang. Terus dibawa ke rumah bibi aku. Dia ambil HP bibi aku pas di rumah," kata Ratna melalui WhatsApp, Sabtu (26/9).

Ratna menyebut HP Infinix Smart 6 milik Kartini berada di dalam tas saat kejadian. Dia mengaku tidak mengetahui secara pasti bagaimana HP tersebut bisa diambil.

Sebelumnya, kasus serupa dialami Arini di Desa Pangenan, Kabupaten Cirebon, Sabtu (19/9) sekitar pukul 22.00 WIB. Keponakan Arini, Tati Suryani, mengatakan bibinya kehilangan HP Realme. Sementara sepeda motor Honda Beat bernomor polisi E 5249 YBM yang dibawa pelaku merupakan milik Tati dan saat itu dipinjam oleh Arini.

Menurut Tati, pria yang dikenal melalui akun TikTok @rancung736 mengajak Arini bertemu dan berjalan-jalan menggunakan sepeda motor tersebut.

"Ketika di jalan yang sudah jauh dari rumah bibi, bibi saya diturunkan di jalan, diambil HP dan motor," ujar Tati.

Tati mengatakan pihak keluarga telah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pangenan, Polresta Cirebon.

Sementara itu, kejadian lain dialami Iis Rohmat di Alun-alun Banjaran pada Rabu (23/9), waktunya sama dengan kejadian yang di Sumedang. Menantu Iis, Rianti Sapitri, mengatakan sepeda motor Honda Beat warna oranye-hitam yang dibawa pria tersebut merupakan milik suaminya, Deni.

Berbeda dengan dua kasus sebelumnya, Rianti menyebut Iis tidak mengenal @rancung736 melalui media sosial. Menurutnya, Iis berkenalan langsung ketika sedang mencari ojek untuk pulang setelah bekerja.

"Kenalannya langsung, enggak di media sosial. Waktu mertua saya pulang kerja dan sedang mencari ojek, orang itu mengajak berkenalan dan mengantarkan mertua saya pulang," kata Rianti.

Setelah itu, Iis disebut berkomunikasi dengan @rancung736 melalui WhatsApp dan memperkenalkan media sosialnya. Iis yakin pria tersebut pemilik akun TikTok @rancung736 karena diberitahu langsung melalui WhatsApp oleh pria tersebut. Iis kemudian menawarkan sepeda motor milik Deni untuk dijual. Keduanya lalu membuat janji bertemu di Alun-alun Banjaran.

Saat pertemuan, pria tersebut meminta melihat STNK motor dengan alasan hendak mengecek kendaraan. Setelah menerima STNK, dia kemudian membawa sepeda motor tersebut dengan alasan ingin mencoba atau mengeceknya.

"Awalnya ngobrol, terus katanya lihat dulu STNK-nya. Mertua saya langsung memberikan STNK. Setelah itu dia bilang mau mencoba motor dan pergi. Ditunggu beberapa jam, orangnya tidak datang lagi ke lokasi," ujar Rianti.

Rianti kemudian mendapat informasi bahwa pada hari yang sama, sepeda motor Honda Beat warna oranye-hitam milik suaminya diduga digunakan pria tersebut untuk mendatangi rumah Kartini di Sumedang. Menurut Rianti, kejadian di Banjaran berlangsung sejak pagi hingga menjelang siang, sedangkan pria tersebut diduga tiba di Sumedang pada sore hari menggunakan motor yang dibawa dari Banjaran milik suaminya.

"Katanya yang mengambil HP di Sumedang itu datang menggunakan motor Beat warna oranye. Saya langsung bilang ke keluarga korban yang di Sumedang, itu motor saya. Berarti setelah mengambil motor di Banjaran, dia langsung pergi ke rumah korban yang di Sumedang," ujar Rianti.

Rianti mengatakan mertuanya, Iis Rohmat, berangkat dari rumah sekitar pukul 08.00 WIB untuk bertemu pria tersebut di Alun-alun Banjaran. Setelah sepeda motor dibawa pergi, Iis menunggu hingga sore karena pria tersebut tidak kunjung kembali.

"Di Banjaran itu sekitar jam 11 siang. Mertua saya berangkat dari jam 8, kemudian pulang-pulang sudah sore karena menunggu Rancung yang tidak datang lagi ke lokasi," katanya.

Keluarga korban kemudian menganggap ketiga kejadian tersebut memiliki kemiripan. Namun, dugaan mengenai adanya pola, modus yang sama, ataupun motif tertentu masih perlu dibuktikan melalui penyelidikan aparat kepolisian.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi Tahu Ekspres

Tags

Terkini

Terpopuler

X