• Selasa, 13 Oktober 2026

Begini Cerita Lengkap Lia, TKW Asal Sumedang yang Terkatung-katung di Negara Konflik Suriah, Minta Dipulangkan Bupati

Photo Author
Mamat Munandar, TahuEkspres.com
- Kamis, 24 November 2022 | 09:31 WIB
Lia Agustina, seorang TKW asal Sumedang yang terkatung-katung di Negara konflik Suriah. (Foto : Istimewa)
Lia Agustina, seorang TKW asal Sumedang yang terkatung-katung di Negara konflik Suriah. (Foto : Istimewa)

Lia Agustina, seorang Warga Darangdan Kebon, RT 03 RW 15 Keluarga Kota Kulon Kecamatan Sumedang Selatan, yang menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW), memohon kepada Bupati Sumedang melalui surat terbukanya untuk dipulangkan dari Negara yang saat ini dalam kondisi konflik, Suriah.


Dalam suratnya, yang diterima Redaksi pada Hari Rabu, 23 November 2022, Lia menulis sebagai berikut :




Assalamu'alaikum
Bapak Bupati yang Terhormat,


Saya Lia Agustina, Warga Darangdan Kebon, RT 03 RW 15 Keluarga Kota Kulon Kecamatan Sumedang Selatan. Memohon bantuannya untuk dipulangkan dari Negara Syria, karena takut Negara darurat. Sudah 3 Bulan terkatung-katung tidak dipekerjakan, saya mohon bantuannya untuk pulang, saya takut.


Hormat saya
Lia Agustina



Ketika wartawan Tahu Ekspres mencoba mewawancarai Lia melalui pesan WhatsApp, ia mengirim share lokasi yang menunjukkan posisi nya sedang berada di Damaskus Suriah, dengan titik kordinat 33,4888200, 36,2988560


"Didalam rumah, tidak bisa keluar,
kalau agen berangkat, dikunci dari luar," kata Lia menjelaskan posisi dan kondisinya saat ini kepada wartawan.


Ia mengaku saat ini berdua didalam rumah tersebut bersama orang Srilanka dan tidak bisa kemana-mana.


Lia bercerita, awalnya dia mulai terbang (kalau tidak salah) Tanggal 6 September 2022, dari Indonesia ke Singapura, setelah transit di Singapore diteruskan lagi ke Riyadh, Arab Saudi. Dari Riyadh berangkat lagi ke Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Di Abu Dhabi, kata Lia, menetap dulu sekitar 2 Minggu lebih 4 hari.


"Terus langsung dioper lagi ke Ajman (masih Uni Emirat Arab) selama Satu Bulan Setengah, tanpa bisa keluar, tanpa bisa komunikasi sama orang, dipekerjakan disitu bertiga, tanpa megang HP, tidak boleh komunikasi sama sekali. Pokonya kita tidak bisa bergerak kayak dipenjara," ungkap Lia.


Setelah itu, Lia melanjutkan ceritanya, dirinya bersama yang lain dikeluarkan, dan dibawa lagi ke bandara.


"Dibandara kita sudah pegang tiket Syiria, paspor kita gak bisa kemana-mana, dibandara kita dijagain sama agen mereka. Pas kita turun di bandara Damaskus (Syiria), dijemput lagi sama orang dan sekarang di sini, sudah hampir mau Tiga Minggu," kata Lia.


Lia menambahkan, selama ini dirinya sudah 3 Bulanan diperjalanan, dan ia tidak pernah dipekerjakan.


"Lia sudah down lah disini, menakutkan, Lia pengen pulang," tambahnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Mamat Munandar

Tags

Terkini

X