• Rabu, 14 Oktober 2026

Gejala Covid-19 Masyarakat Cenderung Terganggu Masalah Kejiawaan

Photo Author
Mamat Munandar, TahuEkspres.com
- Sabtu, 13 November 2021 | 21:39 WIB
PENYERAHAN DONASI : Himpunan Mahasiswa Administrasi Bisnis Fisip Unpad dan Komunitas Bantu Bersama Kita menyerahkan hasil donasai untuk pasien yang ada di Yayasan Barokah Bhakti Sumedang, Jawa Barat. Sumber
PENYERAHAN DONASI : Himpunan Mahasiswa Administrasi Bisnis Fisip Unpad dan Komunitas Bantu Bersama Kita menyerahkan hasil donasai untuk pasien yang ada di Yayasan Barokah Bhakti Sumedang, Jawa Barat. Sumber






JATINANGOR - Pandemi Covid-19 yang melanda saat ini, banyak yang terkena dampak terutama dalam sisi finansial, imbasnya banyak masyarakat yang memiliki gangguan dalam kesehatan mental (gangguan jiwa).





Himpunan Mahasiswa Administrasi Bisnis (Himabis) Fisip Unpad Jatinangor melakukan peneilitian terhadap gejalan yang terjadi dimasyarakat berkaitan dengan adanya covid-19.





”Tercatat, sebanyak 64,3 persen dari 1.522 responden memiliki masalah psikologis cemas atau depresi setelah melakukan periksa mandiri via daring terkait kesehatan jiwa dampak dari pandemi COVID-19 yang dilakukan dilaman resmi Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI),” ucap Lily Alia Mahasiswa Fisip Unpad belum lama ini.





Lily menjelaskan kesehatan mental menurut seorang ahli kesehatan Merriam Webster, merupakan suatu keadaan emosional dan psikologis yang baik, dimana individu dapat memanfaatkan kemampuan kognisi dan emosi, berfungsi dalam komunitasnya, dan memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.





”Inti dari kesehatan mental sendiri adalah lebih pada keberadaan dan pemeliharaan mental yang sehat. Akan tetapi, dalam praktiknya seringkali kita temui bahwa tidak sedikit praktisi di bidang kesehatan mental lebih banyak menekankan perhatiannya pada gangguan mental daripada mengupayakan usaha-usaha mempertahankan kesehatan mental itu sendiri,” tambahnya.





Menurutnya, Kondisi mental yang sehat pada tiap individu tidaklah dapat disamaratakan. Kondisi inilah yang semakin membuat urgensi pembahasan kesehatan mental yang mengarah pada bagaimana memberdayakan individu, keluarga, maupun komunitas untuk mampu menemukan, menjaga, dan mengoptimalkan kondisi sehat mentalnya dalam menghadapi kehidupan sehari-hari.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Mamat Munandar

Terkini

X