pemerintahan

Pasca Kejadian Bullying Siswa SMP di Wado, Pemda Sumedang Terus Upayakan Langkah Preventif di Lingkungan Sekolah

Jumat, 9 Oktober 2026 | 16:28 WIB
Kabid SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Dadang Setiawan saat Mengunjungi Salah satu Sekolah Menengah Pertama di Sumedang (Foto : Istimewa)

Sumedang – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sumedang melakukan langkah preventif atau pencegahan pascakejadian bullying yang melibatkan siswa SMP di Kecamatan Wado. Upaya tersebut dilakukan melalui pencegahan bersama siswa serta pembinaan terhadap guru untuk mewujudkan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.



Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Dadang Setiawan, mengatakan langkah pencegahan dan pembinaan telah dilakukan pada Jumat (9/10/2026). Upaya itu bertujuan melindungi siswa dari perlakuan tidak baik yang dilakukan sesama teman.

"Alhamdulilah tadi pagi jum'at 09102026 sudah dilakukan upaya upaya pencegahan dengan para siswa dan siswi serta pembinaan kepada bapa ibu guru untuk dapat melindungi para siswa dan siswi dari perlakuan yang tidak baik sesama teman, penerapan Budaya Sekolah aman dan nyaman. Pemenuhan kebutuhan spiritual, perlindungan fisik, psikologis dan keamanan serta keadaban digital," kata Dadang kepada Tahu Ekspres, Jumat (9/10/2026).

Dia menjelaskan, berdasarkan hasil koordinasi dan penelusuran, pihak sekolah, termasuk kepala sekolah, telah melakukan berbagai upaya pendampingan. Bahkan, kunjungan ke rumah atau home visit telah dilakukan sejak kakak dari siswa yang bersangkutan masih bersekolah di tingkat SMP.

"Setelah dilakukan koordinasi dan hasil telusur bahwa pihak sekolah termasuk kepala sekolah sudah melakukan upaya maksimal bahkan home visit sejak kakanya masih bersekolah smp dan sekarang adiknya yang perempuan," ujarnya.

Meski demikian, upaya pendampingan tersebut belum maksimal karena kondisi keluarga siswa. Dadang menyebut orang tua siswa telah bercerai dan anak tersebut tinggal bersama neneknya.

Pihak terkait saat ini juga sedang mengupayakan agar siswa tersebut bisa melanjutkan pendidikan melalui program Sekolah Rakyat sehingga tidak putus sekolah.

"Namun demikian usaha ini belum maksimal karena pihak keluarga ortu (cerai) dan tinggal dengan neneknya. Sedang diupayakan supaya bisa masuk di sekolah rakyat agar tidak putus sekolah," ucapnya.

Dadang menegaskan, pencegahan perundungan membutuhkan peran bersama antara orang tua dan pihak sekolah. Pendampingan terhadap anak perlu dilakukan secara seimbang agar mereka terlindungi dari berbagai pengaruh negatif.

"Disinilah peran orang tua dan sekolah harus secara seimbang dalam mendampingi putra dan putrinya agar tetap terjaga dan terlindungi dari hal hal yang negatif," tuturnya.

Ke depan, Pemda Sumedang juga telah membentuk Kelompok Kerja (Pokja) Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN). Pokja tersebut melibatkan berbagai dinas dan instansi terkait untuk memperkuat kolaborasi dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman bagi siswa.

"Kedepan pemerintah sudah membentuk POKJA BSAN yang didukung oleh semua dinas instansi kolaborasi terkait bahwa mewujudkan budaya sekolah aman dan nyaman," pungkasnya.

Tags

Terkini

DPRD Sumedang Sepakati Renja dan Propemperda 2027

Rabu, 30 September 2026 | 20:31 WIB