• Jumat, 23 Oktober 2026

DPPKBP3A Sumedang Telusuri Dugaan Kekerasan Siswa Sekolah Rakyat, Keluarga Bakal Ditemui

Photo Author
Ridwan Marwansyah, Tahu Ekspres
- Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:55 WIB
Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) pada DPPKBP3A Sumedang, Ekki Riswandiyah (kanan) saat Penjangkauan Sekolah Rakyat Pasca Isu Dugaan Penganiayaan Siswa (Foto : Istimewa
Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) pada DPPKBP3A Sumedang, Ekki Riswandiyah (kanan) saat Penjangkauan Sekolah Rakyat Pasca Isu Dugaan Penganiayaan Siswa (Foto : Istimewa

Sumedang – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Sumedang bersama Dinas Sosial melakukan penjangkauan ke Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 (SRT 1) Sumedang, Jumat (23/10/2026). Langkah tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti informasi dugaan kekerasan terhadap seorang siswa yang viral di media sosial.

Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) pada DPPKBP3A Sumedang, Ekki Riswandiyah, mengatakan penjangkauan dilakukan untuk menggali informasi awal dari pihak sekolah. Namun, dugaan kekerasan yang beredar masih perlu diklarifikasi dan diverifikasi lebih lanjut.

"Kami melakukan penjangkauan dan komunikasi awal bersama Dinas Sosial ke Sekolah Rakyat Sumedang untuk menindaklanjuti informasi yang beredar di media sosial. Informasi mengenai dugaan kekerasan terhadap siswa tersebut masih perlu diklarifikasi dan diverifikasi dengan pihak-pihak terkait," ujar Ekki kepada Tahu Ekspres, Jumat (23/10/2026).

Berdasarkan hasil komunikasi awal dengan pihak sekolah, siswa berinisial D tersebut berasal dari Kota Tasikmalaya dan mulai mengikuti pembelajaran kelas V di SRT 1 Sumedang sejak Juli 2026.

Menurut keterangan pihak sekolah, D pernah menyampaikan keinginan untuk pulang karena merasa kurang leluasa berada di lingkungan sekolah dan jauh dari kakek-nenek yang selama ini mengasuhnya. Pada 5 Oktober 2026, D kembali menyampaikan keinginan untuk pulang.

Pihak sekolah menyebut telah berupaya memberikan motivasi agar D tetap mengikuti pembelajaran. Namun, pada 7 Oktober 2026, petugas keamanan melaporkan bahwa D meninggalkan lingkungan sekolah tanpa pemberitahuan.

Setelah dilakukan pencarian, D ditemukan di rumah seorang warga yang merupakan Ketua RT setempat. Menurut keterangan pihak sekolah, D meminjam telepon genggam Ketua RT untuk menghubungi ibunya dan menyampaikan keinginan pulang ke Tasikmalaya.

Karena D tetap ingin pulang, pihak sekolah kemudian memberikan izin. D dijemput oleh kakek dan neneknya pada 8 Oktober 2026.

Pihak sekolah menerangkan bahwa kondisi D terlihat sehat ketika dijemput. Mereka juga menyatakan tidak melihat luka yang menyerupai luka akibat sundutan rokok sebagaimana tampak dalam foto yang beredar di media sosial.

Ekki menegaskan, keterangan tersebut masih merupakan informasi awal yang diperoleh dari pihak sekolah. Oleh karena itu, dugaan siswa mengalami kekerasan, termasuk dugaan disundut rokok dan digunduli, perlu ditelusuri lebih lanjut.

"Kami tidak ingin terburu-buru menyimpulkan informasi yang beredar. Dugaan tersebut perlu diklarifikasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk keluarga siswa, agar persoalannya bisa diketahui secara menyeluruh," katanya.

Sebelumnya, pada 15 Oktober 2026, tim Sekolah Rakyat Sumedang telah mendatangi Tasikmalaya untuk mengetahui kondisi D. Namun, tim belum dapat bertemu langsung dengan siswa tersebut.

Setelah memperoleh izin dari ibu D, tim bertemu dengan pihak keluarga yang saat itu diwakili seorang advokat yang disebut merupakan rekan ibu D. Pertemuan tersebut belum tuntas karena advokat yang mewakili keluarga memiliki keperluan lain yang tidak dapat ditunda.

Ekki mengatakan, DPPKBP3A bersama Dinas Sosial akan terus berkoordinasi dan melakukan pendampingan sesuai tugas serta kewenangan masing-masing. Salah satu langkah lanjutan yang direncanakan adalah pertemuan antara pihak SRT 1 Sumedang dan keluarga D pada Sabtu (24/10/2026).

"Rencananya akan ada pertemuan antara pihak Sekolah Rakyat dan keluarga siswa pada Sabtu. Pertemuan tersebut untuk melakukan klarifikasi dan konfirmasi atas informasi yang beredar serta kondisi yang dialami anak," ujarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Ridwan Marwansyah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X