Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman hingga kini belum memperoleh perkembangan terbaru mengenai rencana pembangunan markas Komando Daerah Militer (Kodam) XXVI/Mataram di wilayah Godean.
Bupati Sleman Harda Kiswaya mengatakan, dirinya sebelumnya turut membantu mencarikan lokasi yang akan digunakan untuk pembangunan markas tersebut. Namun, sampai saat ini belum ada kepastian lebih lanjut mengenai rencana pemanfaatan lahan tersebut.
“Saya sejak pertama membantu mencari tempat belum dikontrak lagi oleh tentara. Setahu saya informasinya akan dibangun di Godean,” kata Harda saat ditemui wartawan, Kamis (8/10/2026).
Harda menjelaskan, salah satu hal yang menjadi perhatian apabila pembangunan dilakukan di atas Tanah Kas Desa (TKD) adalah mekanisme pemanfaatannya. Menurutnya, penggunaan aset desa untuk kepentingan tersebut harus dilakukan melalui sistem sewa.
“Tapi saya sudah ingatkan waktu itu ke Danrem kalau menggunakan kas desa, itu sewa, karena itu asetnya desa. Apakah itu dipahami atau tidak, saya tidak mengerti,” ujarnya.
Selain Godean, Pemkab Sleman juga menawarkan lokasi alternatif di wilayah Minggir. Salah satunya berada di kawasan Balangan yang memiliki akses relatif dekat dengan pintu Tol Jogja-Bawen.
Harda menyebut lahan yang tersedia di kawasan tersebut memiliki luas sekitar 28 hektare. Lahan itu terbagi menjadi dua bidang, yakni sekitar 16 hektare dan 12 hektare.
“Dari pintu gerbang tol tinggal lima menit di daerah Balangan ada 28 hektare, hanya 16 sama 12 terpisah. Sewanya lebih murah,” jelasnya.
Meski demikian, Harda mengatakan belum ada kepastian mengenai lokasi yang akan dipilih untuk pembangunan markas Kodam. Pemkab Sleman masih menunggu perkembangan lebih lanjut terkait rencana tersebut.
Ia menyebut lokasi di Minggir juga belum melalui proses penilaian atau appraisal. Karena itu, pihaknya masih menunggu keputusan mengenai lahan yang nantinya akan digunakan.
“Tidak tahu itu Minggir, tapi kelihatannya belum ada appraisal dan sebagainya. Saya menunggu, masih dipakai Kodam yang mana, ya monggo saja,” katanya.
Harda mengatakan Pemkab Sleman siap memberikan dukungan apabila lokasi di Minggir akhirnya dipilih. Bahkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan DPRD Sleman mengenai kemungkinan dukungan untuk beberapa tahun pertama.
“Kalau di Minggir lebih murah, kami siap matur DPRD, kita support untuk beberapa tahun pertama. Karena pusat yang punya dana,” ujarnya.
Menurut Harda, dukungan tersebut diperlukan dengan mempertimbangkan keterbatasan anggaran yang tersedia untuk pembangunan. Pemkab Sleman sendiri, kata dia, telah melakukan penataan dan penyesuaian data terkait lahan yang tersedia.
Ia menyebut pada 2026 Pemkab Sleman telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait penataan lahan sawah, termasuk kawasan lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B).
“Alhamdulillah di tahun 2026 kita koordinasi dengan kementerian, cleansing kami LP2B dan lahan sawah baku dari 18 ribu hektare jadi 13 ribu hektare,” ucapnya.
Harda menambahkan, lokasi di Balangan dinilai memiliki sejumlah keunggulan dari sisi akses dan aspek strategis. Selain dekat dengan pintu tol, kawasan tersebut juga dinilai memiliki akses terhadap sumber air.
“Balangan apik, strategis. Strategic air, mompa Kali Progo,” pungkasnya.