sosial

Sumedang Ngabatik 2026 Resmi Ditutup, Galih Dorong Batik Kasumedangan Jadi Identitas Daerah

Senin, 21 September 2026 | 09:39 WIB

Sumedang — Rangkaian kegiatan Sumedang Ngabatik 2026 resmi ditutup pada Minggu (20/9/2026). Kegiatan yang diinisiasi Anggota DPR RI Galih Dimuntur Kartasasmita tersebut menjadi upaya mendorong lahirnya batik khas Kasumedangan sekaligus mengembangkan potensi perajin batik di Kabupaten Sumedang.

Ketua Pelaksana Sumedang Ngabatik 2026, Cecep Yanyan D, mengatakan kegiatan tersebut berawal dari obrolan Galih Dimuntur Kartasasmita dengan mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumedang, Agus Kori.

"Sumedang Ngabatik 2026 berawal dari obrolan ringan Kang Galih bersama Kang Agus Kori yang saat itu menjabat sebagai Kadisperindag. Dari obrolan tersebut Kang Galih berkomitmen untuk mendorong pengembangan batik Sumedang," kata Cecep saat sambutan.

Setelah dipersiapkan selama hampir delapan bulan, Sumedang Ngabatik 2026 digelar melalui tiga rangkaian kegiatan, yakni lomba desain batik, pelatihan membatik, serta lomba karya batik tulis Kasumedangan.

Lomba desain batik berlangsung pada 13 Juli-9 Agustus 2026 dan diikuti 50 peserta dalam kategori umum dan pelajar. Kemudian pelatihan membatik digelar selama tiga hari pada 14-16 Agustus 2026 di Aula Asrama Haji Islamic Center Sumedang dengan 52 peserta dari tujuh sanggar batik.

Sementara itu, lomba karya batik tulis Kasumedangan berlangsung pada 10 Agustus-17 September 2026 dan diikuti 30 peserta. Karya dalam lomba tersebut menggunakan desain juara pertama kategori umum sebagai master utama.

Galih mengatakan rangkaian kegiatan tersebut diharapkan menjadi langkah awal pengembangan batik Sumedang secara berkelanjutan.

"Harapannya ke depan Sumedang memiliki indikasi geografis tentang batik Kasumedangan. Kemudian para juara batik ini nanti akan didorong untuk mengikuti berbagai event pameran batik di tingkat nasional," ujar Galih.

Menurut Galih, Sumedang Ngabatik merupakan kolaborasi dengan Yayasan Batik Indonesia serta mendapat dukungan dari Otoritas Jasa Keuangan, bank-bank Himbara, dan sejumlah pihak lainnya.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap Sumedang Ngabatik tidak berhenti sebagai ajang perlombaan, tetapi melahirkan identitas batik yang merepresentasikan karakter Sumedang.

"Saya ingin dari kegiatan ini nantinya bisa dipastikan apa yang akan menjadi ciri khas Sumedang atau yang menggambarkan Sumedang. Selanjutnya bagaimana itu bisa dipopulerkan dan dipublikasikan sehingga menjadi identitas yang melekat di benak masyarakat Sumedang dan Indonesia bahwa ini adalah batik Sumedang," kata Dony.

Dony juga mendorong perajin memadukan tradisi dan inovasi, memperkuat cerita di balik setiap desain, memperhatikan aspek komersial, serta melibatkan generasi muda sebagai penerus.

Adapun juara pertama lomba karya batik tulis Kasumedangan diraih Ina Mariana dari Sanggar Batik Rumah Batik Sumedang/Sanggar WK. Juara kedua diraih Nafisa Sariningsih dari Nafira Batik, sedangkan juara ketiga diraih Noneng Sri Jumianti dari Nafira Batik.

Tags

Terkini