Saat ini, Ihsan juga sedang mengembangkan Software Flight Data Monitor, yaitu sebuah perangkat lunak yang menggunakan bahasa pemrograman C++ untuk memvisualisasikan data dari blackbox pesawat yang sudah digenerate.
"Untuk mengenerate data dari blackbox membutuhkan alat downloader yang harganya ratusan juta. Nah software yang dibikin ini untuk memvisualisasikan data yang sudah di generate. Karena data dari blackbox sifatnya masih mentah, perlu di olah," kata Ihsan.
Ia menjelaskan, dengan software yang dibuatnya bisa memvisualisasikan data blackbox seperti kita melihat pesawat saat terbang didalam ruangan pilot.
"Jadi kaya pilot saat lihat layar monitor diruangan Kokpit," katanya.
Ihsan juga menerangkan, isi blackbox itu bukan hanya suara, tapi ada juga rekaman data penerbangan. Data rekaman penerbangan ini, biasanya untuk mengetahui kecepatan, sikap, ketinggian, isi bensin, tekanan oli, arah kepala pesawat, dan lainnya.
"Jadi banyak data yang direkam di blackbox, dengan data itu bisa mensimulasikan kapan pesawat itu oleng atau jatuh ketika kecelakaan, diketahuinya melalui software yang saya bikin karena terlihat jelas visualisasi monitor seperti diruangan Kokpit pilot," tuturnya.
Menurutnya, di Indonesia hanya tersebar alat downloadernya saja dengan software bawaan secara grafik, belum divisualisasikan seperti pada monitor pada ruangan Kokpit pesawat.
"Dengan software ini lebih divisualisasikan data itu menjadi tampilan monitor Kokpit pesawat. Jadi lebih jelas kondisi pesawat dari awal hingga akhir penerbangan visualisasi dimonitor pilotnya seperti apa," tambah Ihsan.
Software yang bisa dibilang pertama dan satu-satunya di Indonesia ini dibandrol dengan harga Rp. 100.000.000.
Biasanya, kata Ihsan, pesawat terbang selalu ada schedule maintenance, setiap berapa waktu sekali tergantung periodesasi perusahaan.
"Salah satu kebiasaan maintenance pesawat adalah menganalisa data penerbangan yang terekam di blackbox, dengan software ini bisa membantu analisis data penerbangan lebih terlihat visual seperti layar monitor pada Kokpit pesawat," katanya.
Selain itu, Ihsan juga sudah membuat produk diluar penerbangan, diantaranya robot penyambut tamu (Contoh di Kodim 0610/Sumedang), bending besi elektrik, pemotong kabel otomatis, drone fixedwing (aeromodelling), mini lift rumah, dan lainnya.
Ihsan mengaku, untuk produk software Flight Data Monitor dan Alat Simulator Kokpit Pesawat Terbang bisa dikatakan baru pertama ada di Indonesia.
Terakhir Ihsan juga bekerjasama dengan TNI AU untuk membuat Tester Power Suply untuk Simulator Pesawat Hercules.
"Dengan alat tester ini, TNI AU jadi bisa mengetahui bagus tidaknya power suply yang digunakan oleh Simulator pesawat Hercules," katanya.