sosial

'The Next B.J. Habibie' Ada di Sumedang, Mampu Ciptakan Teknologi Penerbangan Terbaru dan Satu-satunya di Indonesia

Senin, 31 Oktober 2022 | 17:45 WIB
Muhammad Ihsan Ismail saat ujicoba alat Attitude Indikator pada pesawat milik Fasi Bandung. (Foto : Istimewa)

Adapun produk yang sudah dibuat oleh Ihsan saat ini sudah banyak, mulai dari produk sesuai permintaan klient maupun produk yang ia bikin atas dasar idenya sendiri untuk dipasarkan.


Pertama, Air Data Tester, alat untuk menguji indikator ketinggian dan kecepatan pesawat. Dibandrol dengan harga Rp. 35.000.000.


Multi Temperatur Tester, alat untuk menguji indikator temprature pesawat, yaitu Exhaust Gas Temprature dan Turbin Outlet Temprature. Dibandrol dengan harga Rp. 25.000.000


Produk tersebut, kata Ihsan, dibuat untuk menguji indikator pesawat terbang didarat. Berguna untuk mengetahui berfungsi atau tidaknya indikator tersebut sebelum pesawat diterbangkan.


"Jadi sebelum pesawat itu diterbangkan, harus diuji dulu, alat-alanya berfungsi apa tidak, nah di ujinya kan tidak saat terbang, tapi harus didarat, caranya pakai alat itu," kata Ihsan.


Selain itu juga, kata Ihsan, dirinya mampu membuat alat indikator yang dipasang langsung di pesawat terbang untuk mengetahui sikap dan arah pesawat.


Pertama Attitude Indikator, adalah alat untuk mengetahui sikap pesawat saat terbang. Dengan alat ini pilot bisa mengetahui kapan saat pesawat naik, turun atau belok. Dibandrol dengan harga Rp. 12.000.000.


Heading Indikator, adalah alat untuk mengetahui arah kepala pesawat menghadap kemana. Artinya dengan alat ini, pilot bisa mengetahui arah kepala pesawat apakah menghadap ke barat, timur, utara atau selatan. Dibandrol dengan harga Rp. 12.000.000.




-
Alat simulator Kokpit Pesawat Terbang. (Foto : Istimewa)

Selain itu juga, untuk kebutuhan akademik, Ihsan mampu membuat alat simulator Kokpit pesawat terbang.


Kokpit sendiri adalah sebuah ruangan khusus yang biasanya terdapat di bagian depan pesawat yang dari dalamnya pilot bisa mengendalikan dan memonitor pesawat terbang melalui layar monitor visual.


Jadi dengan alat ini, para akademisi bisa mempelajari beberapa instrumen pesawat terbang tanpa harus menerbangkan pesawat.


Dengan alat ini, para akademisi bisa mempelajari secara teknis tentang Elektronik Flights Instrumen Sistem (EFIS)


EFIS ini kata Ihsan, berfungsi untuk menampilkan secara visual melalui layar monitor seperti pada Kokpit pesawat. Adapun yang ditampilkan melalui monitor biasanya adalah sistem arah pesawat, ketinggian pesawat, kecepatan, sikap, kompas pesawat dan instrumen landing sistem (untuk membantu pilot saat pesawat landing).


"Jadi dengan alat ini, dunia pendidikan tidak perlu membeli pesawat terbang untuk mempelajari sistem elektronik pesawat. Cukup dengan alat simulator ini, mahasiswa atau pelajar bisa belajar sistem elektronik pesawat, tanpa harus menerbangkan pesawat, tapi cukup didarat diruang kelas," tuturnya.


Ia menambahkan, alat ini berbeda dengan simulasi pilot, kalau pilot simulasi belajar menerbangkan pesawat. Alat simulasi Kokpit pesawat ini hanya mengetahui secara teknis sistem elektronik saat pesawat sedang terbang, tapi diketahuinya didalam kelas, bukan sambil menerbangkan pesawat.

Halaman:

Tags

Terkini