Menurutnya, tidak akan pernah ada PUI bila tidak ada Kota Bogor dan KH. Moh Ma'sum. Maka dari itu, kata Nuhasan, keduanya menjadi wasilah amal soleh yang tidak boleh terlupakan dalam sejarah PUI dan bagi generasi PUI selanjutnya.
“Sejarah yang pernah ada, hendaklah dijadikan sebagai nutrisi semangat kebangkitan kembali. Sehingga orang yang melupakan sejarah, hidupnya tidak akan pernah bangkit. Maka tugas kita adalah menjahit kembali bahan sejarah tersebut, untuk bisa tampil dengan percaya diri dengan memakai pakaian yang cantik dan indah dari bahan sejarah yang lama kita tidak gunakan,” paparnya. (**)