“Tercatat sekitar 20.500 keluarga terdampak yang diajukan oleh dinas sosial, di dampingi oleh kita (anggota DPR.red) dan telah ditetapkan sebagai penerima BST oleh kemensos untuk mendapatkan bantuan senilai 600.000 rupiah selama 3 bulan. Alhamdulillah sebagian besar sudah diterima yang bersangkutan, inilah pentingnya kita berkoordinasi, semoga dapat meringankan beban masyarakat”, ujarnya.
Terkait perkiraan meningkatnya angka kemiskinan sebesar 12,37% atau bertambah 8,5 juta orang pasca Covid-19 ini. Politisi Fraksi PKS ini mengungkapkan keprihatinan dan kekekhawatirannya.
“Kita cukup prihatin bahwa saat ini atau bahkan mungkin kedepannya angka kemiskisnan terus akan bertambah, sedang skema jaring pengaman sosial untuk Covid-19 hanya disiapkan untuk masa 3 bulan dan belum ada prediksi yang akurat sampai kapan kondisi ini akan berakhir,” ungkapnya.
Di sinilah menurutnya, mengapa pembenahan dan merapikan DTKS harus menjadi prioritas dan perlu dilakukan secara simultan bersamaan dengan penyerahan bansos.
“Pembenahan DTKS menjadi prioritas dan disaat yang sama, kita juga minta Kemensos untuk menyiapkan skema perlindungan sosial yang matang pasca Covid-19 dan bila DTKS sudah lebih rapi maka ini akan sangat membantu,” pungkasnya.