• Jumat, 23 Oktober 2026

Viral Postingan Threads Soal Dugaan Kekerasan Siswa Sekolah Rakyat, Dinsos dan DPPKBP3A Lakukan Penjangkauan

Photo Author
Ridwan Marwansyah, Tahu Ekspres
- Jumat, 23 Oktober 2026 | 14:55 WIB
Tangkapan Layar Postingan Threads yang Viral Soal Dugaan Penganiayaan di Sekolah Rakyat (Foto : Istimewa)
Tangkapan Layar Postingan Threads yang Viral Soal Dugaan Penganiayaan di Sekolah Rakyat (Foto : Istimewa)

Sumedang – Akun Threads @ryu_reall mengunggah informasi dugaan kekerasan terhadap seorang siswa berusia 11 tahun di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Sumedang, Kecamatan Ujungjaya, Kabupaten Sumedang.

Dalam unggahan bertanda "URGENT" yang diperkirakan diposting Kamis (22/10/2026) sekitar pukul 15.20 WIB, pemilik akun menyebut siswa kelas 5 SD itu diduga dipukul di bagian dahi dan dibakar menggunakan rokok oleh oknum wali asrama.

Pengunggah juga menyebut adanya siswa lain yang diduga menjadi korban. Menindaklanjuti informasi tersebut, Dinas Sosial (Dinsos) bersama bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Sumedang turun ke lokasi untuk melakukan penelusuran.

Perkiraan waktu unggahan tersebut berdasarkan keterangan "23 jam" pada tangkapan layar yang diambil Jumat (23/10/2026) pukul 14.20 WIB. Waktu itu merupakan perkiraan waktu postingan, bukan waktu terjadinya dugaan kekerasan.

Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Sumedang, Dadan Mulya, mengatakan pihaknya telah mendatangi Sekolah Rakyat pada Jum'at (23/10/2026) bersama tenaga pendamping sosial sesuai arahan kepala dinas. Peninjauan dilakukan untuk mencari tahu persoalan sebenarnya di balik informasi yang beredar di media sosial.

"Kami tadi meninjau sekolah rakyat bersama tenaga pensos sesuai arahan pa kadis juga, mencari tahu sebenarnya apa yang terjadi atas postingan media sosial yang beredar," kata Dadan saat dikonfirmasi Tahu Ekspres.

Dadan mengatakan peninjauan tersebut juga melibatkan pihak PPPA Kabupaten Sumedang. Dia menyebut dirinya turut mendatangi wilayah Ujungjaya bersama Kepala Bidang PPPA pada DPPKBP3A Sumedang, Ekki Riswandiyah.

"Kami juga tadi bersama P3A kabupaten Sumedang, tadi juga saya bersama bu Ekky ke Ujungjaya," ujarnya.

Sementara itu, Ekki Riswandiyah mengatakan pihaknya bersama Dinsos telah melakukan penjangkauan ke Sekolah Rakyat dan asesmen awal untuk mengetahui duduk persoalan serta kronologi yang sebenarnya.

"Iya kami bersama dinsos melakukan penjangkauan ke SR dan melakukan assesment awal untuk mengetahui duduk persoalan dan kronologis yang ada, namun untuk kejelasan hasil masih dalam penelusuran serta konfirmasi dan klarifikasi dengan pihak keluarga," kata Ekki.

Ekki menegaskan, hasil penelusuran belum dapat disimpulkan karena pihaknya masih melakukan konfirmasi dan klarifikasi dengan keluarga. Proses tersebut diperlukan untuk memperoleh keterangan lebih lanjut mengenai persoalan yang beredar di media sosial.

Dalam unggahan Threads tersebut, pemilik akun menyebut siswa laki-laki berusia 11 tahun yang duduk di kelas 5 SD diduga mengalami pemukulan di bagian kepala, tepatnya di area dahi, serta dugaan pembakaran menggunakan rokok oleh oknum wali asrama.

Pengunggah juga menyebut sejumlah teman siswa yang tinggal di asrama yang sama diduga turut mengalami kekerasan. Pada gambar yang menyertai unggahan, terdapat pula keterangan bahwa siswa tersebut diduga kabur ke rumah warga.

Namun, informasi yang terlihat dalam tangkapan layar belum menjelaskan secara terperinci kapan dugaan kekerasan terjadi, kapan siswa disebut meninggalkan asrama, maupun bagaimana kondisi terkini siswa yang dimaksud.

Jumlah siswa yang diduga menjadi korban dan kronologi lengkap peristiwa tersebut juga belum dapat dipastikan dari unggahan itu.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Ridwan Marwansyah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X