Sumedang — Kabupaten Sumedang bersiap mencetak sejarah baru. Sebanyak 92 desa di 26 kecamatan akan melaksanakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) secara serentak menggunakan sistem digital pada 28 Oktober 2026. Rencana ini menjadikan Sumedang sebagai salah satu daerah percontohan penerapan e-voting Pilkades di Indonesia.
Kesiapan tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Pelaksanaan Pilkades Serentak Secara Digital di Aula Tampomas, Pusat Pemerintahan Sumedang, Kamis (8/10/2026).
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumedang, Widodo, menyampaikan seluruh 92 desa sudah memiliki calon dan nomor urut. Pemilihan akan berlangsung di 424 TPS, masing-masing dilengkapi dua layar monitor dan satu printer termal. Sembilan puluh dua tim teknis juga disiapkan untuk mendampingi di setiap desa.
“Bimtek panitia digelar 12 Oktober, lalu KPPS berturut-turut 15, 19, dan 20 Oktober,” jelas Widodo.
Kepala DPMD Provinsi Jawa Barat, Muhammad Ade Afrian, memberikan apresiasi tinggi. Ia menyebut Sumedang berpotensi menjadi benchmark nasional. Bahkan, Kabupaten Cianjur dan Ciamis dikabarkan berencana menjadikan Sumedang sebagai referensi, sementara Pemprov Bali akan datang langsung mempelajari pelaksanaannya.
“Ini bisa menjadi contoh, baik di Jawa Barat maupun di Indonesia. Begitu Sumedang sudah berjalan tanggal 28 Oktober, Cianjur dan Ciamis akhirnya menjadikan Sumedang sebagai contoh,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menegaskan Pilkades digital bukan sekadar ganti alat dari kertas ke elektronik, melainkan bagian dari transformasi digital yang sudah berjalan sejak lama, termasuk melalui E-Office Desa.
“Kita siap uji coba secara keseluruhan. Teknologi harus kita taklukkan — dengan cara belajar, berlatih, dan membiasakan diri. Kalau ada tantangan, jangan di awal berpikir pesimis. Berpikir positif. Insyaallah mampu,” ujar Dony.
Ia mengingatkan keberhasilan tidak hanya bergantung pada sistem, tetapi juga integritas penyelenggara.
“Ini bukan hanya urusan dunia, tapi juga urusan keberkahan. Ketika panitia menjalankan tugas dengan baik, kebaikannya akan mengalir kepada masyarakat,” pesannya.
Bupati Dony juga mengajak seluruh pihak bekerja solid.
“Harus saling melengkapi, bukan saling melemahkan. Kalau tidak ada yang mau memulai, siapa lagi? Kita mulai dari Sumedang,” tegasnya.