• Selasa, 13 Oktober 2026

Forkopimda Sumedang Sikapi Serius Pasca Terjadinya Penganiayaan Pelajar Hingga Tewas

Photo Author
Alan Dahlan, TahuEkspres.com
- Rabu, 15 Maret 2023 | 10:23 WIB
Kapolres Sumedang AKBP indra Setiawan saat paparan dalam Rakor Forkopimda di Gedung Negara Pemkab Sumedang Jabar. (FOTO: dok Humpro)
Kapolres Sumedang AKBP indra Setiawan saat paparan dalam Rakor Forkopimda di Gedung Negara Pemkab Sumedang Jabar. (FOTO: dok Humpro)

TAHUEKSPRES, SUMEDANG – Buntut aksi penganiayaan pelajar beberapa waktu lalu hingga menyebabkan seorang meninggal dunia mendapatkan atensi khusus dari Pemkab Sumedang yang langsung menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam rangka Penanganan Konflik Sosial di kalangan Pelajar di Gedung Negara Sumedang Jawa Barat (Jabar), Senin (13/3/2023).

Rakor yang dipimpin Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir itu sebagai bentuk ikhtiar stakeholder bersama lintas sektor mencari solusi terkait fenomena gunung es yakni pertikaian antar pelajar yang marak terjadi belakangan ini.

"Tentunya kondisi ini menjadi sebuah keprihatinan bersama," katanya.

Oleh karena itu, menurutnya, perlu ditangani bersama-sama agar konflik tidak meluas.

"Ini adalah kewajiban bersama untuk mengantisipasinya sehingga tidak terjadi lagi ke depan. Harus serius dan extra effort," ujarnya.

Dikatakan Bupati, berbagai masukan dari para peserta Rakor terkait upaya preventif, kuratif dan komprehensif nantinya akan dituangkan dalam rencana aksi untuk jangka pendek hingga jangka panjang.

"Beberapa rencana aksi disiapkan. Diantaranya pembentukan Satgas Pelajar, razia dan patroli yang intensif, pembinaan ketiap sekolah, rekonsiliasi antara sekolah yang dianggap bermusuhan, pertemuan dengan para guru BK, deklarasi damai, sosialisasi pesan pesan kepada masyarakat dan patroli siber," katanya.

Ia menambahkan, sebelumnya ikhtiar sudah banyak dilakukan dan sekarang akan ditingkatkan lagi.

"Cuma yang terjadi ini adalah musibah yang tidak kita kehendaki. Kami apresiasi ikhtiar  guru, kepala sekolah, guru BK, MKKS yang semaksimal mungkin dalam mendidik anak untuk mencegah pertikaian," tuturnya.

Sementara itu, Kapolres Sumedang AKBP Indra Setiawan menilai bahwa pertikaian pelajar yang mengakibatkan adanya korban meninggal tempo hari adalah  fenomena gunung es yang tidak muncul ke permukaan.

"Ini fenomena gunung es. Banyak kejadian yang muncul, tapi tidak  diketahui. Ada aliansi kelompok sekolah yang patut kita waspadai dan dikhawatirkan ada aksi susulan saling membalas," ujarnya.

Ia pun mengapresiasi berbagai masukan yang disampaikan dalam Rakor tersebut.

"Tadi sangat bagus sekali, beberapa usulan antisipasi penyebaran berita lewat Medsos, assesment terhadap siswa-siswa yang selama ini bermasalah," tuturnya.

Dalam waktu dekat, kata Indra, pihaknya sendiri sepakat untuk langkah antisipasi jangka pendek hingga nantinya akan ada deklarasi damai bersama seluruh stakeholder terkait dan para pelaku di dunia pendidikan termasuk para pelajar.

"Akan ada peningkatan patroli dan pemetaan daerah yang rawan dijadikan sebagai tempat untuk nongkrong, serta razia dan pemeriksaan ke sekolah akan diintensifkan," tuturnya.

Ia juga akan melakukan pembinaan seperti menjadi pembina upacara atau imbauan ke tiap sekolah.

"Aksi lainnya ialah terkait larangan kegiatan yang ada potensi konflik sosial," pungkasnya. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Alan Dahlan

Tags

Terkini

Ujungjaya Juara Turnamen Voli Piala Kapolres Sumedang

Senin, 28 September 2026 | 17:53 WIB
X