CISARUA — Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum Yogi Saparudin, pengemudi transportasi daring yang menjadi korban pembunuhan. Kunjungan takziah tersebut berlangsung pada Jumat (16/10/2026)
Hal ini menjadi salah satu momentum untuk menyampaikan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan serta mengingatkan pentingnya menjaga keamanan bagi para pengemudi online.
Dalam kunjungan tersebut, Dony menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian Yogi. Ia juga menyoroti kondisi keluarga almarhum, terutama anaknya yang masih kecil dan kini harus menjalani kehidupan tanpa kehadiran sang ayah.
“Atas peristiwa ini harus menjadikan pelajaran bagi semuanya. Mudah-mudahan tidak terjadi lagi. Kemudian pelaku diberikan hukuman yang setimpal sesuai perbuatannya dengan seadil-adilnya,” ujar Dony.
Ia juga mengingatkan para pengemudi transportasi daring agar lebih berhati-hati ketika bekerja. Menurutnya, keamanan diri, lingkungan, dan masyarakat perlu menjadi perhatian bersama agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Dony mengungkapkan, dirinya telah menyampaikan sejumlah hal kepada pimpinan komunitas pengemudi online, termasuk mengenai pentingnya jaminan bagi tenaga kerja. Ia menyinggung perlunya perhatian terhadap jaminan kecelakaan dan kematian bagi para pengemudi.
“Dengan peristiwa ini betul-betul kita harus terus menjaga keamanan diri kita, keamanan masyarakat, keamanan lingkungan. Mudah-mudahan tidak terjadi lagi peristiwa seperti ini,” katanya.
Kunjungan takziah tersebut berlangsung di kediaman keluarga almarhum yang beralamat di Dusun Marasa RT 01/RW 07, Desa Cisalak, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Sumedang. Kehadiran Bupati disambut oleh keluarga yang masih berduka atas kepergian Yogi.
Istri almarhum, Dahlia Ernawati, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh Bupati Sumedang dan berbagai pihak yang telah memberikan dukungan kepada keluarganya.
“Alhamdulillah, ada perhatian, ada kepeduliannya. Mohon doa dari semua pihak untuk almarhum. Semoga diterima di sisi Allah,” tutur Dahlia.
Di tengah suasana duka, Dahlia berharap peristiwa yang menimpa suaminya menjadi perhatian bersama, khususnya dalam hal keamanan bagi sesama pengemudi ojek. Ia berharap tidak ada lagi keluarga lain yang harus mengalami kehilangan serupa.
“Saya harap diperhatikan masalah keamanan sesama ojek, supaya tidak terulang lagi yang seperti ini. Cukup terakhir sekarang yang dialami sama suami saya,” ungkapnya.
Terkait proses hukum, Dahlia berharap pelaku mendapatkan hukuman yang adil sesuai dengan perbuatannya. Ia juga menegaskan bahwa menurut dirinya, dugaan persoalan utang-piutang belum didukung bukti yang ia ketahui, sehingga berharap perkara tersebut ditangani berdasarkan fakta dan proses hukum yang berlaku.