• Rabu, 14 Oktober 2026

Kisah Istri Yogi Keliling Sumedang Cari Suami Sebelum Lapor Polisi, Ini Harapannya untuk Hukuman Pelaku

Photo Author
Ridwan Marwansyah, TahuEkspres.com
- Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:48 WIB
Saat Keberangkatan Pemakaman Yogi Korban Pembunuhan yang dikubur di Perkebunan Teh Margawindu (Foto : Istimewa)
Saat Keberangkatan Pemakaman Yogi Korban Pembunuhan yang dikubur di Perkebunan Teh Margawindu (Foto : Istimewa)

Sumedang – Dahlia Ernawati, istri Yogi Saparudin (35), pengemudi transportasi daring yang dibunuh dan dikubur di kawasan perkebunan teh Margawindu, Desa Citengah, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, mengungkapkan perjuangannya mencari sang suami sebelum melapor ke polisi. Setelah suaminya ditemukan tewas, Dahlia berharap para pelaku dihukum seberat-beratnya, bahkan meminta hukuman mati.

Dahlia mengaku sempat mendatangi sejumlah lokasi yang biasa menjadi tempat mangkal para pengemudi transportasi daring. Dia mencari keberadaan Yogi di kawasan Citimun, Kebon Kembang, terminal, hingga sejumlah tempat lainnya di wilayah Sumedang.

"Itu (awalnya) di Citimun, (nyari) sekitaran Kebon Kembang, udah enggak ada, enggak ada di sana saya keliling Sumedang, terminal kan tempat-tempat biasa mangkalnya gitu sampai MPP, ke warung Abah, ke Wawu, ke AJM, di AJM ditanyain juga sama," kata Dahlia.

Pencarian itu sempat terhenti karena Dahlia belum mendapatkan informasi mengenai keberadaan suaminya. Dia kemudian kembali mencari dan meminta bantuan teman-teman Yogi.

"Ya udah, berhenti dulu nyari kan nanya ke teman-temannya si Aa juga pada enggak tahu dari jam pagi-pagi saya nyari lagi sama terus bilang lagi ke teman-teman si Aa kalau misalkan si Aa belum pulang, enggak ada barulah, yang dari teman-teman si Aa bantuin nyari," tuturnya.

Dahlia mengatakan, dirinya baru melaporkan kehilangan Yogi ke polisi setelah suaminya tidak kunjung pulang selama lebih dari 24 jam. Saat berada di kantor polisi, dia mendapat informasi dari teman-teman Yogi mengenai mobil yang ditemukan.

"Belum laporan ke polisi (pada saat itu), sore jam empat setelah satu kali dua puluh empat jam baru lapor. Dari teman-teman si Aa (informasi mobil ketemu) katanya pas lagi lapor di Polsek, kata Polsek kita ke Polres aja," ujarnya.

Namun, Dahlia kemudian diarahkan untuk mendatangi Polsek Sumedang Selatan karena lokasi kejadian perkara (TKP) berada di wilayah tersebut.

"Dari situ kata Pak Kanit ya udah jangan dulu ke Polres kita ke Sumedang Selatan aja karena TKP-nya di Sumedang Selatan," katanya.

Atas kejadian yang menimpa suaminya, Dahlia berharap kedua pelaku mendapat hukuman maksimal. Dia bahkan berharap pelaku dijatuhi hukuman mati.

"Harapannya ya dihukum seberat-beratnya (pelaku pembunuhan suaminya) gitu kalau bisa mah hukuman mati nyawa kan, nyawa diganti nyawa gitu dibayar nyawa lagi," ucap Dahlia.

Dahlia juga membantah dugaan bahwa pembunuhan suaminya berkaitan dengan masalah utang piutang. Menurutnya, selama menjalani kehidupan rumah tangga, Yogi selalu terbuka jika memiliki persoalan keuangan.

"Setahu saya kalau si suami saya punya utang pasti dia bilang mau sedikit mau juga enggak pernah ada yang tertutup ditutup-tutupi masalah utang piutang," ungkapnya.

Di mata Dahlia, Yogi merupakan sosok suami yang bertanggung jawab dan senang menolong orang lain. Dia mengatakan suaminya selalu sigap membantu ketika ada orang yang membutuhkan pertolongan.

"Baik, orangnya baik suka menolong kan kalau misalkan ada yang butuh dia langsung sigap, langsung ngebantu, di rumah juga baik itu kan orangnya kalau misalkan bertanggung jawab, bertanggung jawab banget gitu dia enggak pernah cari masalah, enggak pernah apa-apa gitu kan, enggak ada punya musuh enggak ada itu kalau misalkan tetangga orang lain butuh, ya dia gitu kan suka langsung tidak pernah enggak tepat waktu kalau ada janji apa juga," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Ridwan Marwansyah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X