“Mungkin dari segi rasa, dari segi pemasaran, dari segi yang lainnya mungkin ada ke unggulan. Sebenarnya banyak di Mulyamekar produk-produk yang lain, selain sistik, selain mie pedas, tapi Alhamdulillah kami yang terpilih,” kata pria yang gemar ke Mesjid ini.
Setelah di resmikannya Kampung Sistik oleh Bupati Sumedang, menurut Haji Amir, ini merupakan motivasi tersendiri untuk dirinya agar bisa lagi memajukan usahanya.
“Alhamdulillah setelah dikunjungi Bupati, Bapak Camat dan rekan-rekan yang lainnya, Bupati memberikan salah satu motivasi, ilmu-ilmu beliau tentang ekonomi tentang usaha, sehingga saya dapat masukan paling berharga buat usaha saya kedepannya,” katanya.
Karena bagi Haji Amir, melalui usahanya ia berharap bisa memberi banyak manfaat kepada masyarakat yang ada di sekitar.
“Bagi saya adalah, siapapun masyarakat yang ada disekitar pabrik saya, mereka bisa mengikuti atau merasakan kemanfaatan kehadiran Mie Pedas Ibu Rokayah ini. Bagaimana usaha ini manfaatnya bisa lebih banyak kepada masyarakat sekitar,” tuturnya. Begitupun, kata dia, terkait produk unggulan yang dimiliki Desa Mulyamekar, harus lebih berkualitas agar mampu menarik minat banyak konsumen.