TAHUEKSPRES, SUMEDANG – PT PLN (Persero) UP3 Sumedang terus meningkatkan edukasi keselamatan ketenagalistrikan kepada masyarakat, salah satunya dengan mengingatkan bahaya bermain layang-layang di sekitar jaringan listrik.
Aktivitas bermain layang-layang yang dilakukan terlalu dekat dengan jaringan listrik memiliki risiko serius, baik terhadap keselamatan masyarakat maupun keinginan pasokan listrik. Layang-layang maupun talinya yang terangkut pada kabel listrik dapat memicu gangguan hingga korsleting yang berpotensi menyebabkan padamnya aliran listrik bagi banyak pelanggan.
Tidak hanya berdampak terhadap kelistrikan sistem, kondisi tersebut juga dapat membahayakan keselamatan. Benang layang-layang, terutama yang mengandung bahan penghantar listrik, berpotensi menjadi media rambatan arus ketika bersentuhan dengan jaringan listrik sehingga dapat menyebabkan sengatan listrik.
Hal itu disampaikan Manajer PLN UP3 Sumedang, Dian Widiana Kuswara kepada wartawan di Sumedang Jawa Barat (Jabar), Jum'at (16/10/2026).
Dian mengajak masyarakat, khususnya anak-anak dan para orang tua, untuk lebih memperhatikan lokasi yang digunakan untuk bermain layang-layang.
“Bermain layang-layang sebaiknya dilakukan di lapangan yang luas dan terbuka serta jauh dari tiang maupun jaringan listrik. Jangan sampai aktivitas yang seharusnya menyenangkan justru menimbulkan risiko terhadap keselamatan diri sendiri, orang lain, maupun menyebabkan gangguan listrik bagi masyarakat sekitar,” ujar Dian.
Dian juga mengingatkan agar masyarakat tidak menggunakan benang gelasan yang mengandung atau dilapisi kawat maupun bahan penghantar listrik lainnya. Selain berbahaya jika bersentuhan dengan jaringan listrik, penggunaan material tersebut juga dapat meningkatkan risiko cedera bagi pengguna jalan dan masyarakat di sekitarnya.
“Apabila layang-layang tersangkut pada tiang, kabel, maupun peralatan jaringan listrik, diminta masyarakat tidak mencoba mengambil, menarik, mengoper tiang, atau melepaskannya sendiri.
Masyarakat diimbau segera menjauh dari lokasi dan melaporkan kondisi tersebut melalui kanal resmi PLN agar dapat ditangani oleh petugas yang memiliki kompetensi dan perlengkapan keselamatan sesuai standar,” tukas Dian.
Sementara itu, General Manager PLN UID Jawa Barat, Muhammad Joharifin, menegaskan bahwa keselamatan ketenagalistrikan membutuhkan kepedulian dan partisipasi seluruh lapisan masyarakat.
“Keselamatan harus dimulai dari lingkungan terdekat, dari keluarga, sekolah, hingga masyarakat. Mengenali potensi bahaya di sekitar jaringan listrik serta membiasakan aktivitas yang aman merupakan langkah sederhana, tetapi sangat penting untuk mencegah kecelakaan sekaligus menjaga ketersediaan pasokan listrik,” pungkas Joharifin. (*)