"Nah kalau di kurikulum merdeka itu kita simplekan saja. Materinya fokus kepada materi esensial dan sekolah bisa memilih materi esensial yang sesuai dengan kebutuhan anak,” terang Zulfikri.
Ia mengatakan, selama ini kurikulum lebih cenderung untuk memvonis anak dan menilai anak dalam bentuk angka. Sekarang lebih kepada mengetahui apa yang dibutuhkan anak dalam belajar berikutnya.
“Jadi, bagaimana kita memberikan pelayanan kepada anak, sehingga materi-materi pelajaran itu menjadi alat. Dan yang penting, bagaimana anak bisa berkembang dari waktu ke waktu,” terang Zulfikri.