politik

Jelang Musda, Ari Budiman Dapat Amanah PK soal Transparansi Partai

Kamis, 17 September 2026 | 12:33 WIB

SUMEDANG – Pengelolaan Partai Golkar yang transparan dan terbuka menjadi salah satu amanat yang disampaikan Pimpinan Kecamatan (PK) Golkar Dapil 6 kepada bakal calon Ketua DPD Golkar Sumedang, Ari Budiman, dalam agenda silaturahmi menjelang Musda Golkar Sumedang.

‎Amanat tersebut disampaikan saat Ari melakukan roadshow dan bersilaturahmi dengan Ketua PK Golkar Kecamatan Jatinangor dan Cimanggung. Pertemuan itu menjadi ruang bagi Ari untuk mendengarkan langsung aspirasi dan harapan kader terkait arah Partai Golkar ke depan.

‎Ari mengatakan, transparansi dalam pengelolaan partai merupakan hal penting yang perlu diperhatikan. Menurutnya, kader di berbagai tingkatan harus mendapatkan ruang untuk mengetahui dan menyampaikan aspirasi terkait jalannya organisasi.

‎“Dari silaturahmi dengan para PK, saya menangkap ada harapan agar Partai Golkar ke depan dikelola secara transparan dan terbuka. Bagi saya, ini merupakan aspirasi yang penting dan harus menjadi perhatian dalam pengelolaan partai,” kata Ari, Kamis, 17 September 2026.

‎Menurut Ari, transparansi tidak hanya soal keterbukaan dalam menjalankan organisasi, tetapi juga menyangkut komunikasi antara pimpinan dengan kader. Ia menilai, komunikasi dua arah diperlukan agar kebijakan partai tidak hanya berjalan dari atas ke bawah.

‎“Pengelolaan partai harus bisa dipertanggungjawabkan kepada kader. Karena itu, komunikasi dan keterbukaan menjadi penting. Kader juga harus memiliki ruang untuk menyampaikan apa yang mereka rasakan, pikirkan dan harapkan,” ujarnya.

‎Ari menegaskan, aspirasi dari PK Dapil 6 tersebut akan menjadi bagian dari gagasan yang ia bawa sebagai bakal calon Ketua DPD Golkar Sumedang.

‎Ia ingin pengelolaan Partai Golkar ke depan tidak hanya modern, tetapi juga inklusif dan transparan. Menurutnya, keterbukaan menjadi salah satu fondasi agar partai dapat menjadi wadah bersama bagi seluruh kader.

‎“Saya ingin membawa Partai Golkar menjadi partai yang modern, inklusif dan transparan. Transparansi harus menjadi bagian dari cara kita mengelola organisasi, sehingga kader merasa dilibatkan dan memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasinya,” tutur Ari.(yga)

Tags

Terkini